Search This Blog

October 12, 2009

Jejak Kehidupan Luar Bumi

Jejak Kehidupan Luar Bumi
by danzy on Aug.08, 2009, under Jejak Kehidupan

Banyak laporan yang tercatat dari beberapa orang yang mengaku pernah melihat “kendaraan asing” atau bahkan berkomunikasi dengan “makhluk” asing yang bukan merupakan penduduk bumi.
Pro dan kontra tentang makhluk ini masih terasa suaranya, hingga roket pulsa nuklir berkecepatan 41.400 kilo meter per detik “daedalus” dirancang orang , sementara laporan-laporan baru tak henti datang dan memberi bukti.
Laporan yang cukup tua mengenai kehidupan di langit lain ialah berasal dari abad ke-15 SM, yg tertera dalam buku harian Thutmosis III (Fir’aun Mesir kuno , 1504-1450 SM). Laporan dalam papirus tulli tersebut adalah sebagai berikut:
Dalam tahun duapuluh dua, dalam bulan kedua musim dingin, pada jam keenam bulan hari itu….para penulis dari rumah kehidupan melihat adanya sebuah lingkaran api yg muncul di angkasa. Dia tidak memiliki kepala dan nafasnya berbau busuk (maksudnya asap yang keluar dari benda tersebut), panjang 1 rod (5 meter) , lebarnya 1 rod, dia tidak bersuara. Karena kebingungan mereka bertiarap…Mereka menghadap Fir’aun untuk melaporkan apa yang telah mereka lihat.
Baginda Raja merenungkan dan memikir-mikir persoalan itu. Sementara…beberapa hari kemudian benda-benda itu bertambah banyak di angkasa. Angkatan perang Fir’aun terus mengawasi benda-benda itu tatkala Baginda Raja berada ditengah tengah mereka. Waktu itu adalah waktu setelah makan malam.Lingkaran api itu kemudian semakin naik lebih tinggi di angkasa menuju ke selatan. Ikan dan Itik berjatuhan dari udara. Dan Fir’aun menyuruh mengambil kemenyan, yang kemudian dibakarnya untuk mendapatkan keamanan dan ketentraman dalam kehidupan rakyatnya..



Salah satu bagian relief di Pyramid Khufu, mungkin ini bisa menunjukkan bahwa benar bangsa Mesir Kuno pernah didatangi para Alien, dan ini sekaligus bisa dijadikan bukti bahwa UFO / Alien sudah menampakkan batang hidungnya sejak ribuan tahun yang lalu
Kesaksian lain yg cukup khas dan sempat dicatat adl ketika Jhon O’Neill, seorang editor sains dari New York Herald Tribune, tengah meneropong bulan pada malam tanggal 29 Juli 1953. Ia menyaksikan suatu benda semacam “jembatan” aneh memanjang 12 mil di daerah Mare Crisium Bulan. Benda tersebut yang sebelumnya tidak ada. Sementara penyaksian O’neill dicemooh oleh astronom lain, munculah kesaksian pakar bulan paling top dari Inggris H.P. Wilkins, yang menyatakan bahwa ia pun menyaksikan “jembatan” aneh yang tiba-tiba muncul itu. Setelah itu, Patrick Moore, anggota British yang menghubungkan satu gunung dengan gunung lainnya di dataran Mare Crisium atau Sea of Crisis. Yang lebih aneh lagi,
84 tahun sebelum kesaksian O’Neill, Swift dari Mattoon II, menyaksikan objek-objek yg bergerak melintasi bulan pada tanggal 7 Agustus 1869,dua puluh menit sebelum terjadi gerhana matahari total.
Bahkan lima tahun sesudahnya, tepatnya pada tahun 1874, Monsieur Lamey, pakar langit dari Perancis, melaporkan bahwa dirinya melihat obyek-obyek yang jumlahnya sangat banyak, berwarna hitam, berbondong-bondong melintasi permukaan bulan.
Di Indonesia, Dedi Suardi, pada ahir Agustus 1983 pernah menyaksikan kejadian aneh dipermukaan bulan. Pada waktu itu sekitar jam 6 sore, yang disaksikan pula oleh tetangganya , tatkala sedang mengintip bulan sabit melalui bintang Calestron Catadioptric yang berdiameter 8 inchi, ia tiba-tiba melihat benda hitam mirip anak panah yg dengan gesitnya hilir mudik dari ujung kiri bulan ke ujung kanan bulan yang. Fenomena yang mengejutkan itu terasa fantastis lagi karena guna mencapai sisi bulan yang lain, benda aneh itu cuma membutuhkan waktu ½ detik!! Kejadian itu berlangsung selama satu jam sebelum lenyap dari pandangan teleskop.
Mungkinkah ada kehidupan di luar bumi ini? Untuk menjawab pertanyaan itu, saya mencoba mengutip Teori Multi Universe yang dilontarkan oleh Hugh Everett.
Teori Multi Universe merupakan sebuah teori yg cukup bernada surialistik, yg mengatakan bahwa jagad raya kita merupakan salah satu dari demikian banyak jagad raya yang sejajar dan berhimpitan, yg ditinggali oleh makhluk-makhluk seperti kita juga.
Teori Ilmuwan dari Universitas Pricenton tersebut benar-benar membuat suatu kejutan terhadap dunia Ilmu, sebab ternyata Hugh Everett sendiri telah berhasil menjelaskan banyak gejala fisika kuantum yg sebenarnya sebelumnya sulit diterangkan secara teoritis.
Gejala fisika kuantum yg sulit diterangkan itu ialah mengenai pertentangan antara gelombang dan zarah.yang pertama determinisik sifatnya (dapat dipastikan sebelumnya), sedangkan kedua kebalikannya, yaitu cuma dapat diperkirakan probabilitasnya.
Menurut Everett, meskipun jagat raya yang berlainan itu sejajar dan berhimpitan, namun kita tidak mungkin datang kejagad raya lain lewat sistem ruang waktu yang kita miliki.
Hal ini berarti bahwa guna datang ke jagad raya lain yang berhimpitan, kita mesti harus menguasai terlebih dahulu sistem ruang waktu yang sama sekali masih asing bagi kita.
Dan ternyata ,apa yang dikatakan sebagai “The Invisible Window” masih belum terpecahkan oleh manusia di bumi. Tapi saya yakin dan optimis, pada suatu saat nanti manusia bumi dapat menemukan konsep teknologi yang sama sekali berbeda dengan konsep yang kita kenal selama ini.
Nah disinilah yang menurut saya paling menarik, imbas dari the invisible window tadi , dikatakan bahwa dalam dimensi yang berbeda “bersembunyilah” bumi lain yang paralel dengan bumi tempat kita hidup.
Tapi masalahnya dalam keadaan bebas tanpa terpengaruh gravitasi, barulah kita mampu bergerak atau melayang dari bumi ini ke bumi asing yg berada dalam rangkaian kesatuan yang sama.
Andai memang ada yang secara ilmiah disebut antimateri, maka antimateri inilah yang tak akan terpengaruh oleh tarikan gravitasi bumi. Membingungkan ya teorinya?
Dalam bukunya yg berjudul The Live in the Sky, Trevor James Constable mengajukan teori bahwa, ” pemandangan aneh” yg selama ini dilaporkan orang terkesima di langit luas adalah hewan-hewan antariksa.
Hewan-hewan antariksa tersebut merupakan jasad makhluk hidup berwujud amuba yg terdiri
dari plasma. Dalam keadaan biasa, hewan-hewan tersebut tak tampak oleh mata telanjang, karena berada dalam kawasan infra merah dari spektrum yang tampak , bergetar dalam cahaya kemerah-merahan hingga warna jingga , dan seringkali terlihat teramat terang dan menyilaukan.
Karena terbentuk dari plasma, hewan-hewan tersebut mampu merubah tingkat kepadatannya
sehingga tampak bagaikan benda padat.
Lingkungan hidupnya disinyalir di kawasan stratosfer keatas, dan hewan-hewan tersebut bergerak dengan biotenaga pada kecepatan yang amat tinggi, yg sekali tampak dari bumi bagaikan meteor cemerlang yg membelah langit.
The Dogons
Berbagai hipotesis extra-terestrial tak henti-hentinya digencarkan oleh para pakar langit yang ingin mendapat jawaban pasti akan teka-teki ada atau tidaknya peradaban di planet lain.
Suatu hipotesis yang sangat mengejutkan dunia langit adalah ketika Robert K.G. Temple, F.R.A.S., lewat bukunya The Sirius Mystery, bahwa ia menemukan fakta yang membingungkan tentang suku Dogon.
Suku Dogon ini merupakan sebuah suku di benua Afrika yang masih hidup secara primitif, namun mereka ternyata memuja makhluk-makhluk yang mereka hubungkan dengan sistem bintang Sirius.
Anehnya, tanpa peralatan-peralatan ilmiah yg canggih, Suku Dogon mengetahui secara teliti gerakan maupn karakteristik “pengiring” bintang Sirius yang sangat-sangat sulit untuk diamati oleh mata telanjang.
Hipotesis Temple yg cukup berani lagi menyatakan bahwa 3000 tahun Sebelum Masehi, bumi purba pernah dikunjungi oleh makhluk amfibi dari kawasan Sirius.
Makhluk-makhluk asing tersebut berhasil mencitra peradaban Sumeria dan Mesir Kuno.
Menurut tinjauan Astronomis, Sirius merupakan bintang kembar yg jauhnya 8,7 tahun cahaya dari bumi. Tatkala bintang Sirius tampak cemerlang disebelah timur senja hari pada Zaman Mesir Kuno, para penduduk siaga, karena mereka meyakini bahwa musim penghujan akan segera tiba dan akan menyebabkan banjir dari Sungai Nil.
Oleh karena itu, munculah pemujaan terhadap bintang Sirius di Mesir, yang setelah beberapa abad masih dilakukan oleh bangsa Arab Jahiliyah.
Namun pemujaan thd bintang Sirius ini siapa tahu juga disebabkan oleh “kunjungan” oleh para penghuni planet-planet yg mengiringi bintang yang amat cemerlang itu, andai benar wisata antar bintang telah terjadi.
Mungkinkah Dulu di Mars Ada Suatu Peradaban?
Mars adalah planet keempat dari Matahari. Mars dijuluki sebagai Planet Merah karena ada debu berwarna kemerahan yang melingkupinya. Manusia belum pernah mencapai Mars, tetapi Planet ini sudah pernah dikunjungi oleh kendaraan jelajah yg identik.
Pelacakan terhadap kemungkinan adanya kehidupan di antariksa lain terus dilakukan hingga zaman modern ini.
Dari hasil foto tentang planet Mars yang merah, sebagai hasil kejelian kamera Viking I dan Viking II, tampaklah sesuatu yang dapat dijadikan bukti ilmiah bahwa di Mars memang pernah ada peradaban.
Lembaga-lembaga independen Amerika non-profit yang menganalisis foto-foto daratan Mars
menyodorkan sebuah foto yang menggambarkan arca muka “manusia” sepanjang 1,6 kilo meter yang saat ini mungkin sudah banyak terkikis.
Lalu, satu lagi menggambarkan sebuah piramida bersudut lima.
Menurut lembaga tersebut, foto-foto khas yang dianalisis dengan komputer supercanggih di
Amerika itu menunjukkan bahwa pada suatu rentang waktu purba, di Planet Mars pernah berlangsung suatu peradaban.
Dan banyak para astronom meyakini, sisa-sisa kehidupan masih berlangsung di Mars, maka pencarian itu masih terus dilakukan secara intensif oleh NASA.
Pada tahun 2003 lalu, Amerika berhasil meluncurkan sebuah roket Delta-2 dan mengeluarkan detektor planet Mars dari orbit bumi dengan sempurna, menuju Mars, membangkitkan semangat yang sudah lama membayangi pesawat Challenger akibat kegagalan penyelidikan Mars di masa lalu. Proyek monumental yang menelan biaya US$ 800 juta ini merupakan salah satu usaha dari NASA untuk memastikan apakah pernah ada kehidupan di Mars.
Amerika masih memiliki sebuah detektor lainnya, namanya Destiny..
Di sana kandungan tertentu pada feri oksida lebih besar. Ini menandakan di tempat tersebut terdapat air dalam jangka panjang di masa lalu. Penanggung jawab ilmiah NASA Welle mengatakan, “Misi kami kali ini adalah mencoba memahami keberadaan air di atas bintang Mars telah bertahan berapa lama. Inilah kunci kehidupan. Entah di mana pun, jika air bisa bertahan jutaan tahun, maka kehidupan bisa bangkit.”
Ilmuwan berharap dapat menemukan jejak yang pernah ada di batu karang dan tanah, yaitu jejak air yang pernah eksis untuk mempertahankan kehidupan, meneliti apakah pernah ada air, kondisi zat cair tersebut apakah memiliki kadar air yang cukup, telah berlangsung cukup lama, serta cukup untuk menghasilkan kehidupan.
Jika tidak ditemukan bukti, maka orang-orang harus mempertimbangkan kembali pandangan masa lalu. Yakni bahwa planet Mars pernah hangat dan lembab. Kedua perangkat detektor planet Mars ini menggunakan tenaga penggerak energi surya, mampu bergerak sekitar 30-40 meter setiap hari. Kedua kereta detektor bintang Mars ini dilengkapi dengan kamera video dan mikroskop, serta mesin pemecah batu, untuk penyelidikan komposisi batu Mars bagian dalam.
Gambar yang diambil oleh pesawat luar angkasa milik NASA, Mars Global Surveyor menunjukkan adanya air yang cair (tidak membeku) pada permukaan Mars, sebuah penemuan menarik yang barangkali dapat menjelaskan apakah ada kehidupan di Planet Merah ini.
Namun sebenarnya , tanda-tanda air pernah eksis di Planet Mars setidaknya pernah terlacak oleh Misi Spirit dan Oportunity pada tahun 2004.
Kedua kendaraan jelajah tersebut tiba di Mars setelah melakukan perjalanan selama tujuh bulan dari Bumi. Spirit mendarat di sebuah kawah selebar 150 km di Mars yang diyakini sebagai dasar danau kuno. Opportunity mendarat di sisi lain permukaan Mars yang memiliki banyak mineral yang terbentuk di Bumi dalam mata air panas dan danau.
Spirit dan Opportunity beroperasi selama lebih dari 90 hari untuk mempelajari planet Mars. Mereka memiliki lengan robotik yang dilengkapi alat untuk menghilangkan lapisan luar batuan yang berdebu sehingga kaca pembesar dan alat penganalisa pada lengan robotik bisa mempelajari material di bawahnya.
Danau yang mengering di permukaan Mars membuktikan bahwa air pernah mengalir di planet ini. Satu-satunya air yang masih ada di permukaan Mars telah membeku di kutubnya, Jika air pernah mengalir di Mars maka kehidupan juga mungkin ada disana.

No comments: